1. Jokowi peduli Betawi
Menurut Nachrowi Ramli, Jokowi punya kepedulian kepada nilai-nilai budaya Betawi. Di antaranya kewajiban mengenakan seragam atau pakaian Betawi kepada karyawan Pemprov DKI setiap hari Rabu.
"Ini kehormatan bagi Betawi dan terima kasih kita kepada Pak Gubernur," kata Nachrowi Ramli yang juga pengurus Partai Demokrat itu.
Sebelumnya, Jokowi mewajibkan seluruh pegawai Pemprov DKI menggunakan pakaian adat Betawi.
"Tadi saya sampaikan nanti ada setiap hari Rabu seluruh karyawan Pemprov DKI yang jumlahnya 68.000, pakai pakaian Betawi," kata Jokowi saat mengunjungi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).
Menurutnya, hal itu akan segera dilaksanakan. Saat ini, pihaknya masih menunggu desain pakaian Betawi yang akan digunakan. "Jangan sampai nanti kita pakai ternyata ada yang 'oh keliru pak', jangan sampai ada yang seperti itu. Harus yang dipakai memang harus yang benar-benar betul," katanya.
"Ini kehormatan bagi Betawi dan terima kasih kita kepada Pak Gubernur," kata Nachrowi Ramli yang juga pengurus Partai Demokrat itu.
Sebelumnya, Jokowi mewajibkan seluruh pegawai Pemprov DKI menggunakan pakaian adat Betawi.
"Tadi saya sampaikan nanti ada setiap hari Rabu seluruh karyawan Pemprov DKI yang jumlahnya 68.000, pakai pakaian Betawi," kata Jokowi saat mengunjungi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).
Menurutnya, hal itu akan segera dilaksanakan. Saat ini, pihaknya masih menunggu desain pakaian Betawi yang akan digunakan. "Jangan sampai nanti kita pakai ternyata ada yang 'oh keliru pak', jangan sampai ada yang seperti itu. Harus yang dipakai memang harus yang benar-benar betul," katanya.
2. Soal ornamen Betawi
Nachrowi Ramli memuji kebijakan Jokowi yang akan memberi ornamen Betawi terhadap seluruh kantor pemmerintahan. "Dan ini arahan dari pak gubernur yang kita hargai. Nantinya gedung-gedung lain juga akan diperintahkan. Wong ini Jakarta, bukan tempat lain," ujar Nachrowi.
Sebelumnya Jokowi menyesalkan kondisi Jakarta yang nyaris tanpa karakter. Ini beda sekali dengan kota besar lainnya seperti Denpasar (Bali), Seoul, Paris, atau Chicago.
"Kalau kita masuk ke sebuah kota, misalnya ke Bali orang masuk langsung terasa Balinya, marilah coba masuk Jakarta, Jakartanya kelihatan tidak? Artinya karakter Jakarta apa yang mau dimunculkan," kata Jokowi saat menjadi pembicara utama di Musyawarah Daerah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Sabtu (22/12).
Jokowi mengaku sudah memerintahkan kantor lurah, camat, sekolah, mulai tahun depan untuk memakai karakter Betawi. "Sehingga orang masuk ke Jakarta perasaannya itu sudah masuk ke Indonesia. Coba bandingkan penataan Jakarta dengan LA, Tokyo, di sana kemasannya itu keliatan, di sini gak jelas itu," ujarnya.
Sebelumnya Jokowi menyesalkan kondisi Jakarta yang nyaris tanpa karakter. Ini beda sekali dengan kota besar lainnya seperti Denpasar (Bali), Seoul, Paris, atau Chicago.
"Kalau kita masuk ke sebuah kota, misalnya ke Bali orang masuk langsung terasa Balinya, marilah coba masuk Jakarta, Jakartanya kelihatan tidak? Artinya karakter Jakarta apa yang mau dimunculkan," kata Jokowi saat menjadi pembicara utama di Musyawarah Daerah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Sabtu (22/12).
Jokowi mengaku sudah memerintahkan kantor lurah, camat, sekolah, mulai tahun depan untuk memakai karakter Betawi. "Sehingga orang masuk ke Jakarta perasaannya itu sudah masuk ke Indonesia. Coba bandingkan penataan Jakarta dengan LA, Tokyo, di sana kemasannya itu keliatan, di sini gak jelas itu," ujarnya.
3. Soal Masjid Raya
Nachrowi Ramli memuji niat Jokowi untuk membangun Masjid Raya Jakarta. "Kita sudah berikan masukan kepada beliau. Bagi umat Islam dan Betawi ini adalah prestasi yang membanggakan. Tahun 2015, Pak Jokowi sehat dan akan meresmikan masjid raya seluas 5 hektare dan mampu menampung 15 ribu jamaah," ujar Nara.
Sebelumnya, Jokowi mengaku sudah mendapatkan dan membebaskan lahan seluas lebih kurang 5 hektar. Lahan ini, menurutnya bakal dijadikan masjid raya Jakarta dengan konsep budaya Betawi.
"Tahun depan kita rencanakan dan membuat masjid rayanya Jakarta. Istiqlal itu kan masjidnya istana," ungkap Jokowi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (15/11).
Sebelumnya, Jokowi mengaku sudah mendapatkan dan membebaskan lahan seluas lebih kurang 5 hektar. Lahan ini, menurutnya bakal dijadikan masjid raya Jakarta dengan konsep budaya Betawi.
"Tahun depan kita rencanakan dan membuat masjid rayanya Jakarta. Istiqlal itu kan masjidnya istana," ungkap Jokowi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (15/11).
4. Setu Babakan
Nachrowi Ramli memuji rencana Jokowi untuk revitalisasi pusat kebudayaan Betawi di Setu Babakan. "Ini juga sangat monumental, kita berterima kasih pak gubernur sudah meninjau ke sana. Jadi tahu apa permasalahannya dan Alhamdulillah terpecahkan dalam 2 tahun ini Setu Babakan jadi. Dan ini adalah harapan pak gubernur dan kami semua," tegasnya.
Sebelumnya menurut Jokowi, Jakarta harus menjadi tuan rumah budaya nusantara, tetapi hal itu bukan berarti melupakan budaya lainnya.
"Jakarta itu pusat kebudayaan nusantara, pusat kebudayaan Indonesia, tetapi tuan rumahnya adalah betawi. Gitu," imbuh Jokowi.
Dia juga meminta agar pembangunan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan segera rampung. Jokowi bahkan berharap pembangunan dapat selesai tahun depan.
Sebelumnya menurut Jokowi, Jakarta harus menjadi tuan rumah budaya nusantara, tetapi hal itu bukan berarti melupakan budaya lainnya.
"Jakarta itu pusat kebudayaan nusantara, pusat kebudayaan Indonesia, tetapi tuan rumahnya adalah betawi. Gitu," imbuh Jokowi.
Dia juga meminta agar pembangunan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan segera rampung. Jokowi bahkan berharap pembangunan dapat selesai tahun depan.
5. Muatan Lokal Betawi
Nachrowi Ramli juga memuji niatan Jokowi untuk memperkaya muatan lokal Betawi di pendidikan tingkat SD hingga SMA. "Ada beberapa muatan lokal yang sudah tidak sesuai lagi. Pak gubernur sudah menyampaikan arahan bahwa 2013 kita harus bahas muatan lokal, sehingga 2014 sudah berjalan di semua tingkatan SD sampai SMA," ujar Nachrowi Ramli
.
Sumber : Depdagri.go.id
.
Sumber : Depdagri.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar